Home > Umum > Dampak Penerapan ERP di Jakarta

Dampak Penerapan ERP di Jakarta

ERP (Electronic Road Pricing) rencananya akan diberlakukan di Jakarta, alasan utama diberlakukannya ERP tidak lain adalah untuk mengurangi kemacetan yang berkepanjangan di ibu kota. Dengan diberlakukannya ERP ini maka jalan-jalan umum tertentu akan dikenakan biaya (yang rencananya) sekitar RP 20.000,- untuk mobil, dan Rp 7.000,- untuk kendaraan sepeda motor. Mahalnya biaya ERP dimaksudkan agar para pemilik kendaraan bermotor dapat memanfaatkan kendaraan umum untuk dapat lebih berhemat, dengan begitu secara perlahan-lahan intensitas kendaraan akan berkurang. berkurangnya intensitas dan kepadatan kendaraan di Jakarta otomatis akan mengurangi kemacetan di Jakarta.

ERP adalah salah satu dari beberapa alternatif yang ada, sebelumnya juga ada alternatif lain untuk mengurangi kemacetan, seperti pengalihan jalur lalulintas, penerapan 3 in 1, pengadaan Busway (yang kesemuanya ini selalu ditentang oleh masyarakat pada awalnya), dan lain sebagainya. Namun dari semua itu, belum ada yang mampu mengatasi rumitnya kemacetan Kota Jakarta, bahkan ada yang memprediksi bahwa Kota jakarta justru akan mati karena kegagalan dalam manajemen transportasinya.

Kita melihat bahwa tujuan utama dari ERP ini tentunya akan menguntungkan masyarakat dalam bertransportasi, karena jika kemacetan dapat berkurang dengan adanya ERP maka waktu tempuh di perjalanan akan lebih singkat, biaya bahan bakar dapat dikurangi, dan akan sedikit membantu untuk mengurangi polusi udara dari pada sebelumnya. Namun segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah (maupun Pemda DKI) tentunya tidak selalu membawa dampak positif secara keseluruhan, ada dampak-dampak negatif yang akan muncul dari kebijakan tersebut. Untuk itu yang perlu diperhitungkan adalah seberapa besar dampak positif dan dampak negatif dari alternatif-alternatif yang ada, baru kemudian dipilih mana yang terbaik bagi hajat hidup orang banyak!

Dalam bagian ini, penulis ingin mengemukakan beberapa dampak negatifnya jika ERP diberlakukan. Pada prinsipnya memang program ini ditujukan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dengan “memaksa” orang untuk beralih ke kendaraan umum. Menurut hemat penulis, program ini tidak akan berjalan dengan baik selama kendaraan umum tidak dibenahi dengan baik. Saat ini kondisi alat transportasi di Jakarta dapat dikatakan sangat buruk, ini dapat dilihat dari segi kedisiplinan pengemudi yang selalu ugal-ugalan di jalan, aksi kejar setoran yang mengakibatkan bis tidak pernah berhenti (hanya memperlambat laju kendaraan) untuk menurunkan ataupun menaikkan penumpang, kondisi kendaraan yang tidak bersih dan banyaknya kejahatan di dalam Bis umum. Ini mengindikasikan bahwa untuk menaiki kendaraan umum memiliki resiko yang lebih berbahaya, terutama untuk keselamatan jiwa kita. Walaubagaimanapun juga, sebagian masyarakat yang tidak mampu akan tetap memilih kendaraan pribadi demi keselamatan dan kenyamanan dalam kendaraan.

Pemerintah seharusnya tidak memaksa masyarakat untuk menaiki kendaraan umum yang tidak layak dengan cara menerapkan ERP, sebelum ERP diterapkan pemerintah harus mampu membenahi kendaraan umum terlebih dahulu. Bahkan Busway yang dibangga-banggakan pun tidak luput dari ketidaknyamanan para konsumen, memang kendaraan ini memiliki lajur khusus dan dapat dikatakan “hampir” tidak macet, namun seringkali bis ini mengecewakan para penumpang dikarenakan tidak memadainya jumlah armada bis sehingga jumlah penumpang di dalamnya selalu diluar kapasitas seharusnya (terutama di jam-jam sibuk). Jika pemerintah sudah mampu membenahi kendaraan umum yang layak dan murah, maka tanpa dipaksa pun masyarakat perlahan-lahan pasti akan mulai memanfaatkan kendaraan umum sebagai media transportasinya.

Dari segi biaya yang akan diberlakukan tampaknya jelas ini sangat memberatkan bagi masyarakat kecil yang memiliki kendaraan, misalnya seperti sepeda motor. Bayangkan jika kita memiliki kantor/kampus/rumah di tempat yang jalannnya diberlakukan ERP (dan kita memang terpaksa menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada pilihan lain), maka otomatis kita akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. misalnya saja dalam sehari kita harus bolak-balik melewati jalan ERP setidaknya 4 kali, maka sebuah sepeda motor saja bisa menghabiskan uang sebesar RP 28.000,- sedangkan gaji dan upah minimum regional (UMR) tidak bertambah. Artinya, biaya hidup yang dikeluarkan di kota Jakarta akan bertambah besar.

Dilihat dari kemungkinan yang ada, orang-orang yang memiliki keuangan yang cukup tentu saja tidak akan mempermasalahkan hal ini, karena dengan uang sebesar itu tidaklah berarti bagi mereka, tapi lain lagi yang dialami oleh orang-orang kecil. Dampak jangka panjang yang mungkin terjadi adalah terjadinya pemisahan status sosial dalam penggunaan jalan, dipastikan orang-orang berduit akan dapat menikmati jalan-jalan yang besar, bersih, lebar, dan sepi kendaraan, sedangkan masyarakat kecil yang memiliki kendaraan tidak dapat menikmatinya karena tingginya biaya untuk menikmati hal tersebut. Padahal seperti yang kita ketahui, masyarakat kecil juga telah membayar pajak untuk pembangunan jalan-jalan itu.

Mungkin memang benar kemacetan dapat dikurangi di Jalan-jalan yang menerapkan sistim ERP, dikarenakan mahalnya biaya tersebut, tapi tidak dengan jalan-jalan lainnya. Dengan diterapkannya ERP, masyarakat yang tidak memiliki keuangan yang cukup akan berusaha mencari jalur-jalur alternatif yang lain, dengan begitu kemacetan tetap akan terjadi dan tidak akan berkurang di Jakarta, perubahan yang terjadi hanya memindahkan titik-titik kemacetan ke tempat lain.

Tampaknya pemerintah harus memikirkan lagi cara apa yang lebih cocok untuk dalam mengatasi kemacetan Jakarta, disamping membenahi kendaraan umum agar lebih layak guna. Pemberlakuan ERP justru hanya memberikan manfaat pada sebagian kecil orang-orang kaya yang jumlahnya sangat minoritas dibandingkan jumlah masyarakat menengah kebawah.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: